Pengalaman Naik Qantas Jakarta-Sydney-Jakarta: Harga Tiket hingga Layanan Maskapai

Pengalaman Naik Qantas Jakarta-Sydney-Jakarta: Harga Tiket hingga Layanan Maskapai

Akhir bulan Maret 2019 lalu, saya bersama ibu dan adik saya berkunjung ke Australia selama tiga hari. Kalau dalam trip ke Negeri Kanguru sebelumnya saya naik maskapai Garuda Indonesia, kali ini saya cukup beruntung karena dapat tiket promo Qantas Airways dengan rute Jakarta-Sydney-Jakarta.

Sebagai informasi, Qantas (dibaca kwɔntəs, bukan kantas) merupakan maskapai penerbangan nasional Australia yang main hub-nya di Sydney Airport. Jadi, kalau kamu naik Qantas untuk menuju kota lain di Australia, kemungkinan besar kamu akan transit di Sydney terlebih dahulu.

Harga tiket Qantas Jakarta-Sydney-Jakarta

Kami memesan tiket pesawat hanya dua bulan sebelum keberangkatan. Awalnya kami dapat harga Rp6.529.000/pax. Namun, karena ada kupon diskon Rp500.000 dari Traveloka untuk penerbangan internasional, ditambah potongan harga dari poin Traveloka saya, kami hanya membayar Rp6.153.530 per orang.

*Tips: Sebelum pesan tiket pesawat, penginapan, dsb, selalu cek halaman promo di mobile app Traveloka!

Harga tersebut ternyata gak beda jauh dari tiket Garuda Indonesia Jakarta-Melbourne-Jakarta yang saya beli di Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017, yaitu Rp6.300.000 (tanpa promo cashback).

Sebelum keberangkatan

13 Maret 2019: Saya menghubungi kantor Qantas di Jakarta untuk memesan halal meals. Saya hanya perlu menyebutkan kode booking, lalu operator yang melayani langsung mengonfirmasi pesanan saya.

24 Maret 2019: Sehari sebelum keberangkatan, saya melakukan online check-in lewat website Qantas sekaligus pilih seat. Nah, ternyata opsi untuk request in-flight meal juga ada di sini.

25 Maret 2019: Tiba di terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, saya bersyukur lihat antrean check in dan baggage drop Qantas yang sepi. Setelah melalui proses pemeriksaan keamanan dan imigrasi, kami pun meluncur ke ruang tunggu di Gate 6.

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | terminal 3 Soekarno-Hatta
Perjalanan menuju gate keberangkatan di terminal 3 Soekarno-Hatta
widisontheroad | pengalaman naik Qantas | boarding
Saatnya boarding pesawat Qantas Airways

Oh ya, setelah pengecekan boarding pass atau tepat sebelum masuk pesawat, ternyata kita harus melalui security check lagi. Saya gak ingat kalau maskapai lain punya prosedur seperti ini.

Perjalanan 7 jam menuju Sydney

Penerbangan dari Jakarta ke Sydney memakan waktu kurang lebih 7 jam. Pesawat kami take off pukul 19.00 WIB dan tiba di Sydney (Kingsford Smith) Airport pukul 6 pagidengan selisih waktu 4 jam lebih awal dari Jakarta.

Masuk ke dalam pesawat, saya langsung disambut pemandangan kabin yang bernuansa merah. Kami dapat tempat duduk di baris keempat dari depan, jadi gak terlalu jauh dari pintu depan.

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | suasana kabin
Kabin pesawat Qantas dengan nomor penerbangan QF42. Seat configuration 2-4-2.

Legroom Qantas kelas Ekonomi ini ternyata cukup luas sehingga bikin duduk jadi nyaman. Begitu juga dengan kompartemen di bawah kursinya.

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | leg room
Leg room Qantas kelas Ekonomi

Salah satu hal yang mau saya highlight dari penerbangan dengan Qantas adalah pemutaran video petunjuk keselamatannya. Gak seperti kebanyakan maskapai, videonya Qantas ini sangat kreatif dan refreshingbikin penumpang mau nonton sampai akhir.

Mereka gak memperagakan adegan-adegan standar di atas pesawat, tapi justru menyampaikan pesan yang sama lewat aktivitas lain seperti memakai seat belt di dalam taksi atau memakai masker oksigen saat mendaki gunung.

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | safety video
Tayangan safety video Qantas Airways 2018

Saya cukup puas dengan fitur hiburannya Qantas. Layar sentuhnya besar dan sensitivitasnya oke. Browsing film rasanya smooth banget.

Nah, pilihan tayangannya juga menurut saya lengkap dan update. (Baru mulai aja udah disambut film dokumenter Coldplay: A Head Full of Dreams. Langsung girang lah. :D)

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | in-flight entertainment
In-flight entertainment Qantas Airways

Banyak orang yang gak suka dengan makanan pesawat. Kebalikannya, saya dan adik-adik saya justru paling excited tiap makanan mulai dihidangkan oleh kru kabin.

Berhubung saya sudah request menu khusus, maka makanan saya disajikan lebih dulu dari penumpang lain. Cuma waktu kami lihat menu di kantung belakang kursi, ternyata ada keterangan bahwa makanan yang disajikan di atas pesawat tidak mengandung babi dan alkohol.

Buat yang concerned dengan dua kandungan tersebut, tanpa request special meal pun kamu bisa makan dengan tenang karena pilihan menunya menggiurkan bangeeet!

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | menu makanan
Pilihan menu dalam penerbangan Qantas Jakarta ke Sydney

Hanya saja kalau memang masih gak yakin, silakan request halal meals lewat telepon atau secara online seperti yang saya ceritakan di atas. Dengan catatan jangan berekspektasi apa-apa karena makanannya udah ditentuin sama mereka dan (jujur aja) gak semenarik menu regulernya.

Di penerbangan dari Jakarta ke Sydney, saya dapat nasi putih dengan daging sapi, sayur capcay, dan kerupuk, roti tawar dan butter, yogurt strawberry kesukaan sayaapalagi kalau makannya dijadikan dip buat croissant :p, dan terakhir (kalau gak salah) banana cake.

Rasanya gak wah, tapi cukup mengenyangkan.

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | muslim meals
Menu muslim meals Qantas Jakarta ke Sydney

Di tengah penerbangan, saya juga dikasih snack berupa kue cokelat, puding, buah, dan yogurt (lagi).

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | snack
Kemasan snack yang disajikan di tengah penerbangan
widisontheroad | pengalaman naik Qantas | snack & refreshment
Snack dan refreshment Qantas Jakarta ke Sydney

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | snack 2

widisontheroad | pengalaman naik Qantas | snack 3
Snack dan refreshment Qantas Sydney ke Jakarta

Hospitality

Selama penerbangan ke Sydney maupun saat pulang, pelayanan yang saya terima dari kru kabin Qantas sih fine-fine aja. Saya cuma sempat ngobrol dan ketawa-ketawa sebentar sama salah satu pramugari ramah yang tertarik lihat saya makan burger pakai saus ABC. Haha

Lain-lain

Salah satu bagian yang paling saya takutkan saat naik pesawat adalah take off atau saat pesawat baru bergerak naik ke udara alias belum mencapai ketinggian tertentu dan terbang dengan stabil.

Untungnya, selama penerbangan kemarin semuanya berjalan cukup mulus dan gak ada turbulensi yang berarti.

(Tentunya ada atau tidaknya turbulensi gak berhubungan langsung dengan jenis pesawat atau skill pilotnya, ya.)

Overall, pengalaman pertama saya naik Qantas kemarin cukup memuaskan. Kalau ada kesempatan ke Sydney lagi (dengan tiket promo pastinya), saya dengan senang hati mau naik Qantas lagi. Namun, kalau trip-nya ke negara bagian lain, saya prefer direct flight bersama maskapai lokal, Garuda Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *