China Airlines: 19 Jam Perjalanan Jakarta-Taipei-Vancouver

China Airlines: 19 Jam Perjalanan Jakarta-Taipei-Vancouver

Seminggu lalu, tepatnya Sabtu, 28 September 2019, saya mendarat di Bandara Internasional Vancouver (disingkat: YVR), Kanada, setelah menempuh perjalanan 19 jam. Berhubung pesawat yang saya tumpangi adalah China Airlines, yang merupakan flag carrier-nya Taiwan, maka saya harus transit di Bandara Internasional Taiwan Taoyuan, Taipei.

Buat yang belum tahu, China Airlines ini salah satu anggota dari aliansi maskapai penerbangan SkyTeam, sama seperti Garuda Indonesia (GA). Artinya, para frequent flyer GA bisa gunain Garuda Miles-nya saat pesan tiket China Airlines.

China Airlines cukup populer di kalangan traveler yang sering bolak balik Vancouver, begitu pula dengan salah satu teman dekat saya yang sudah 7 tahun tinggal di Kanada. Selain itu, ada EVA Air yang based-nya juga di Taiwan, tapi punya rating yang lebih tinggi dan harga yang biasanya relatif lebih mahal. Bisa dibilang comparable lah dengan Japan Airlines dan ANA-nya Jepang.

Harga tiket China Airlines Jakarta-Vancouver

Saya cukup beruntung dapat tiket one-way Jakarta-Vancouver dengan harga Rp7.428.900. Tiket ini saya pesan hanya satu bulan sebelum tanggal keberangkatan lewat aplikasi Traveloka, dengan promo potongan Rp800.000 *hehe lumayan khan~*

Sebenarnya saya menemukan tiket dengan harga yang sedikit lebih murah di SkyScanner. Sayangnya, saya gak familiar dengan situs third party yang menawarkan harga tersebut. Sementara harga di website resmi China Airlines mirip dengan Traveloka sebelum promo. Alhasil, pilihan pun jatuh ke Traveloka.

Ada beberapa alasan lain kenapa saya memilih tiket China Airlines ini:

  1. Waktu transit di bandara Taipei adalah 3 jam. Gak terlalu mepet, in case pesawat dari Jakarta delay, tapi juga gak terlalu lama sampai bikin mati gaya di bandara.
  2. Tiketnya bisa di-reschedule dan refundable. Hal ini penting mengingat saat itu hasil permohonan visa pelajar Kanada saya belum keluar.
  3. Total penerbangan plus transit hanya 19 jam—paling singkat dibandingkan semua pilihan maskapai yang ada saat itu.

Sebelum keberangkatan

Selain paspor dan visa tentunya, hal lain yang wajib diperhatikan sebelum hari-H penerbangan adalah bagasi. Untuk long-haul flight ini, China Airlines kasih jatah 23 kg x 2 yang gak bisa digabungkan. Dengan kata lain, kita cuma bisa bawa maksimal dua checked baggage, yang masing-masing gak boleh lebih dari 23 kg. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak China Airlines yang saya hubungi sekitar dua minggu sebelumnya. Kelebihan berat akan dikenakan biaya tambahan per kilogram.

Saya sempat agak parno dengan salah satu koper saya yang berukuran cukup besar. Untungnya, koper tersebut beratnya hanya 23,4 kg dan pihak bandara gak meminta biaya tambahan.

Selain mengurus bagasi, saya juga diingatkan sama adik saya buat pesan halal meal, sama seperti waktu kami naik Qantas Jakarta-Sydney-Jakarta bulan Maret lalu. Saya pun bermaksud untuk request ini sekalian online check-in sehari sebelumnya. Namun, ternyata order special meals cuma bisa dilakukan paling lambat 2×24 jam sebelum tanggal penerbangan.

Ya sudah, saya pikir, toh biasanya makanan untuk penerbangan dari Jakarta pasti disesuaikan—minimal no pork, no lard. Akan tetapi, waktu itu saya belum ngeh kalau flight dari Jakarta ke Taipei (CI-762) beda dengan flight dari Taipei ke Vancouver (CI-32) alias pindah pesawat dan layanannya juga berbeda. Nah, gimana tuh?

 

Penerbangan dari Jakarta menuju Vancouver

Keberangkatan untuk pesawat China Airlines di Soekarno-Hatta ada di Terminal 3. Pesawat saya dijadwalkan berangkat pukul 14.10 WIB, tapi saya sengaja merencanakan tiba di bandara pukul 10.30 WIB supaya lebih santai dan punya cukup waktu buat makan siang bareng keluarga dan teman-teman yang mengantar.

Pukul 12.30 WIB saya masuk ke area imigrasi, lalu lanjut menuju boarding gate. Benar saja, pesawat saya delay sekitar 45 menit. Pukul 14.30 WIB saya baru antre masuk pesawat, sementara saya lupa pesawat mulai taxi pukul berapa gara-gara sempat ketiduran, tapi kurang lebih pukul 15.00 WIB baru take off.

 

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | boarding pesawat

 

Seperti apa suasana di dalam Economy Class China Airlines?

Saya sendiri gak terlalu banyak berekspektasi dengan maskapai satu ini. Rasa-rasanya gak beda jauh deh sama waktu naik Cathay Pacific dari Jakarta ke Hong Kong tahun 2015 lalu. Semuanya cukup “okay” buat saya.

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | suasana kabin pesawat
Suasana kabin Economy Class China Airlines CI-762

Di masing-masing seat ada USB port dan power outlet untuk colokan tipe B. Koleksi filmnya lumayan menghibur. Legroom belum seluas miliknya JAL, apalagi untuk barang saya yang terdiri dari satu ransel dan satu tote bag. (Tenang, tenang, ini memang risiko saya yang agak insekyur buat menyimpan barang di compartment atas.)

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | leg room
Legroom China Airlines Economy Class

Penerbangan dari Jakarta ke Taipei memakan waktu 5 jam 35 menit. Kami dapat snack dan satu four-course meal. Saya pilih chicken noodle, yang wujud dan rasanya lebih mirip spaghetti bolognese, tapi tetap enak! Terbukti semuanya saya lahap habis tanpa sisa. (Kebetulan sejak dilanda stres selama persiapan sekolah ke Kanada, nafsu makan saya meningkat.)

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | menu makanan pesawat
Menu makanan China Airlines Jakarta-Taipei

 

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | connecting flight
Informasi gate untuk penumpang connecting flight di bandara Taipei.

Setibanya di bandara Taipei, saya langsung menuju gate yang sudah ditentukan—kebetulan boarding pass pun sudah saya kantongi dari Jakarta. Ini pertama kalinya saya transit saat penerbangan internasional, dan agak kaget ternyata lokasi gate-nya se-ja-uh-i-tu. Kira-kira total waktu jalan kaki, naik Skytrain, dan security check hampir 30 menit.

Keberangkatan China Airlines Taipei-Vancouver benar-benar sesuai jadwal. Bahkan, saya jadi hemat waktu tunggu karena pesawat dari Jakarta yang terlambat.

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | transit di Taiwan Taoyuan International Airport, Taipei
Transfer menuju Gate D5 di Taiwan Taoyuan International Airport

Di penerbangan kedua, saya dapat menu makan malam dan juga sarapan. Nah, di sinilah baru ada pilihan pork—yang saya sadari saat gak sengaja membaca tulisan di meal trolley karena gak dijelaskan oleh kru kabin. Saya pun mengambil pilihan menu yang lebih aman.

Untuk itu, buat teman-teman yang cukup sensitif dengan kehalalan makanannya, jangan lupa buat request halal meal ke pihak maskapai, ya.

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | menu makan malam
Menu makan malam Economy Class China Airlines Taipei-Vancouver

 

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | menu sarapan
Menu sarapan Economy Class China Airlines Taipei-Vancouver

Setelah 10 jam 45 menit, pesawat pun mendarat dengan mulus di Vancouver International Airport pukul 19.20 waktu setempat. Perlu diingat kalau waktu di Vancouver 14 jam lebih lambat dari Jakarta. Jadi, pintar-pintarlah kamu mengatur waktu tidur sebelum pindah ke kota ini. Hehe.

widisontheroad | China Airlines Jakarta-Taipei-Vancouver | custom dan imigrasi Vancouver Airport
Menuju bagian custom dan immigration Vancouver International Airport

Overall, pengalaman saya dengan China Airlines gak mengecewakan. Dengan harga tiket yang lumayan terjangkau, saya bisa recommend maskapai SkyTeam ini untuk long-haul flight ke Vancouver. Namun, apa nantinya saya akan naik China Airlines lagi saat balik ke Jakarta?

Berhubung masih lama, mari kita lihat setelah studi saya selesai tahun depan, ya. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *