Cari Tempat Tinggal di Vancouver, Kanada: What to Expect?

Cari Tempat Tinggal di Vancouver, Kanada: What to Expect?

Sebagai newbie di kota hujan, Bogor Vancouver, saya pernah merasakan pusingnya berburu tempat tinggal. Pencarian saya bermula pada bulan Agustus 2019 dan berakhir dengan kesepakatan bersama landlord yang rumahnya saya tempati saat ini. Dari hasil perburuan selama kurang lebih satu bulan itu, saya pun merangkum beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mencari tempat tinggal di Kanada.

1. Situs pencarian

Ada tiga platform yang saya gunakan untuk mencari tempat tinggal di Kanada: Facebook group, Craigslist, dan Kijiji. Sebenarnya ada beberapa situs lain yang sempat saya coba, tapi ternyata kurang recommended sehingga saya memilih daftar top 3 ini.

a. Facebook group

Ada dua grup yang saya ikuti di Facebook; dua-duanya bernama Vancouver Rentals & Roommates. Setiap saat selalu ada postingan baru, baik dari mereka yang menawarkan rumah atau apartemennya maupun yang sedang mencari tempat tinggal.

Sederhananya, kamu tinggal cari ads yang paling menarik dari segi harga, lokasi, fasilitas, dan profil landlord yang legit, lalu kalau tertarik, langsung message orang tersebut untuk tanya-tanya lebih jauh.

Sebaliknya, kamu juga bisa buat postingan untuk memperkenalkan diri kamu, penginapan seperti apa yang kamu cari (misalnya, preferensi lokasi dan apakah unitnya shared/private), disertai dengan foto dan budget yang sudah kamu tentukan.

b. Craigslist

widisontheroad | cari tempat tinggal di Kanada | Craigslist Vancouver
Craigslist Vancouver

Buat yang belum tahu, Craigslist adalah sebuah situs iklan di mana kamu bisa menawarkan atau mencari apa saja mulai dari barang, jasa, rumah, hingga pekerjaan.

Saat pertama kali menggunakan Craigslist, saya berkali-kali mengernyitkan dahi. User interface (UI)-nya yang amat sangat plain ditambah penggunaan font Times New Roman di beberapa page kerap bikin saya ketawa geli. Namun, kesederhanaan inilah yang juga bikin browsing di Craigslist lebih mudah.

Meski pencarian awal gak membuahkan hasil, pada percobaan kedua ternyata saya menemukan beberapa apartemen dengan harga yang kurang lebih sama dengan yang ditawarkan di FB group, tapi dengan lokasi yang lebih bagus.

Craigslist memungkinkan kita untuk menghubungi pemilik ads lewat email. Namun, untuk menjaga kerahasiaan, alamat email kita dan penerima akan otomatis disamarkan. Sayangnya, entah ‘persaingannya’ terlalu ketat atau gimana, tapi orang-orang di Craigslist gak seresponsif mereka yang ada di FB group.

c. Kijiji

Website satu ini fungsinya mirip Craigslist, tapi versi karya anak bangsa (Kanada). Secara UI lebih unggul dan enak dipandang, bahkan kalau diperhatikan desainnya cenderung berkiblat ke Airbnb. Gak cuma di web browser, Kijiji juga bisa diakses lewat mobile app yang hadir di perangkat Android dan iOS.

Sejujurnya saya gak terlalu lama mengubek-ubek situs satu ini sehingga gak bisa berkomentar banyak. Akan tetapi, dari pengalaman yang singkat itu, dibandingkan beberapa situs lain yang gak saya sebutkan di sini, Kijiji punya cukup banyak opsi tempat tinggal dalam berbagai range harga sehingga bisa jadi salah satu alternatif buat kamu.

2. Lokasi

Lagi-lagi, sebagai newbie, saya gak akan mengulas satu per satu setiap area di Vancouver, apalagi seantero Kanada secara mendalam. Meski demikian, saya bisa memberikan sedikit saran dalam memilih lokasi rumah/apartemen yang akan kamu sewa.

Pertama, kenali lokasi sekolah, kampus, atau tempat kerja yang akan kamu tuju. 

Sebagaimana yang pernah saya bahas di artikel sebelumnya, kawasan Metro Vancouver terbagi menjadi tiga zona. Jadi, kalau kamu bakal ke mana-mana naik transportasi umum, jangan hanya cari tahu tahu jarak atau lama perjalanan dari satu titik ke titik lain, tapi pastikan juga apakah tempat tinggal dan kampus/kantor kamu berada di zona yang sama atau nggak.

Meski hanya terpisah dua stasiun SkyTrain, tapi kalau kantor kamu ada di zona 1, sementara kamu tinggal di zona 2, maka untuk commute setiap hari kamu harus punya Compass Card/Compass Ticket yang mencakup kedua zona tersebut, yang otomatis harganya lebih mahal. Hal ini tentunya mesti dipertimbangkan karena bakal mempengaruhi monthly expense kamu.

Kedua, lokasi menentukan harga. (Duh!)

Salah satu lokasi idaman yang diincar para pendatang adalah, tak lain dan tak bukan, Downtown Vancouver. Harga sewa di kawasan ini rata-rata lebih mahal dibandingkan yang lain. Namun, menurut saya menginginkan lokasi strategis gak lantas berarti kita harus ngotot tinggal di pusat kota.

Sebagai contoh, rumah yang saya tempati saat ini berlokasi di East Vancouver, persisnya di kawasan Renfrew-Collingwood (zona 1). Pertama kali cek di Google Maps, perhatian saya hanya tertuju pada lama perjalanan dari rumah ke kampus dan Downtown, yang mana totalnya lebih dari 30 menit. Untuk menuju kedua lokasi tersebut, saya pun harus transfer alias pindah SkyTrain/bus. Ini bikin saya ragu.

Namun, setelah ditelusuri lagi, ternyata (karena ada shortcut) saya hanya perlu jalan kaki sekitar 5 menit ke stasiun terdekat, yaitu Renfrew, lalu naik SkyTrain selama 2 menit ke satu stop berikutnya, yaitu Commercial-Broadway. Dari sana saya cukup keluar stasiun menuju bus stop yang tepat berada di sebelah kiri pintu keluar untuk naik bus menuju kampus, atau pindah jalur dan naik SkyTrain lain selama kurang lebih 10 menit menuju Downtown. Not bad at all!

widisontheroad | cari tempat tinggal di Kanada | Renfrew Station
Renfrew Station, Vancouver, BC – Lokasinya tepat di seberang Tim Hortons, LaSalle College, dan Starbucks.

Setelah main ke Downtown, saya bahkan makin bersyukur lagi memilih rumah ini karena jauh dari ingar bingar kota, serta banyak toko, supermarket, dan restoran di sekitarnya. Dengan kata lain, gak mesti tinggal di pusat kota untuk dapat kemudahan mengakses berbagai tempat di Vancouver, salah satunya karena moda transportasi di kota ini yang memang convenient.

Ketiga, ketahui kawasan yang harus dihindari.

Meskipun dikenal aman dan penduduknya ramah—as in they say ‘Thank you” and “Sorry” all the time, tapi sebagai kota yang penduduknya sangat beragam, Vancouver juga gak luput dari “bahaya”.

Ketika hendak berkunjung ke kawasan Gastown, saya turun bus gak jauh dari Chinatown. Dari sana saya jalan kaki sekitar 5 menit ke arah sebuah restoran vegan. Sepanjang perjalanan saya beberapa kali menemukan banyak orang berpakaian lusuh dengan gerak gerik mencurigkan. Siang itu saya baru tahu kalau jalan yang saya lewati itu bernama East Hasting.

Downtown Eastside adalah sebuah kawasan yang dikenal dengan kumpulan orang-orang homeless dan pengguna narkoba. Walaupun mereka gak secara langsung mengganggu, tapi housemate saya pun menyarankan agar sebaiknya menghindari kawasan tersebut.

Oleh sebab itu, sebaiknya saat memilih tempat tinggal kamu cek dulu, apakah lokasi rumah/apartemennya berada di sekitar East Hasting, serta mengharuskan kamu melewati kawasan tersebut atau nggak.

3. Harga

OK, let’s keep it simple. Saya berani bilang bahwa apabila budget kamu untuk sewa tempat tinggal ada di atas $1,000 per bulan (Canadian Dollar, ya), maka sebagian besar masalah kamu sudah beres. Silakan skip bagian ini. 😀

Ini serius, lho. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya rasa gak terlalu sulit mencari rumah maupun apartemen dengan budget segitu. Salah satu teman sekelas saya bahkan dapat studio apartment di Downtown seharga $1,500. So, mari kita fokus membahas tempat tinggal untuk para anak rantau on budget seperti saya. Hehe.

Sebelum pencarian dimulai, saya sudah menetapkan budget rent di kisaran $600-$700 per bulan all in alias sudah termasuk Internet dan utilities. Bagaimana hasilnya?

1. Saya beberapa kali menemukan rumah yang disewakan dengan harga $600-$650 di lokasi non-Downtown, tapi relatif dekat dari stasiun/bus stop. Namun, saat dipastikan lagi ternyata satu rumah sharing dengan beberapa laki-laki dan ada juga yang satu kamar sharing dengan dua orang roommate.

2. Apartemen di Downtown juga ada yang seharga $650-$750. Sayangnya, lagi-lagi either saya harus share unit dengan male roommate, atau sebenarnya female unit, tapi saya hanya kebagian kamar den.

Den adalah sebuah ruangan ekstra kecil di dalam rumah/apartemen. Kenapa ekstra kecil ini saya garisbawahi?

Bisa bayangkan tempat tidur ukuran single? Nah, ruang kamarnya pun seukuran tempat tidur itu, dengan sedikit space lebih di dekat pintu. Kadang ada bonus laci kecil, serta rak di atas tempat tidur, sementara lemari baju terpisah di luar kamar.

3. Gak jarang juga saya lihat rumah seharga $600-$700, khusus perempuan, dapat private bedroom, rumahnya terlihat nyaman, fasilitasnya lengkap, tapi kok udah satu hari di-posting yang komen masih sedikitpadahal housing yang too good to be true begini peminatnya selalu banyak?

Jawabannya, bisa dipastikan begitu cek area atau kode pos yang dicantumkan oleh pemilik FB, ternyata lokasi rumahnya faaar far away.

Namun, jangan salah. Di sekolah saya yang berada di kawasan Fairview, saya sudah menemukan 3 orang yang ternyata tinggal di kota Surrey. (Yep, it’s not even in Vancouver.)

Rumah/apartemen di sana mungkin relatif lebih murah, tapi lagi-lagi risikonya adalah biaya transportasi yang lebih mahal dan perjalanan yang lebih panjang.

Lalu, bagaimana dengan saya?

Alhamdulillah, saya berhasil menemukan rumah dengan lokasi yang—seperti sudah saya gambarkan sebelumnya—cukup oke. Satu lantai ada dua kamar mandi, satu kitchen, dan satu ruang laundry (washer dan dryer) yang saya share dengan empat anak lain. Semuanya perempuan, ada yang bekerja, ada juga yang masih kuliah atau mengambil sekolah bahasa.

Kenapa saya bilang satu lantai? Karena kamar saya ada di basement, sementara di lantai atas juga ada lima anak lain yang punya fasilitas mereka sendiri. Rame, ya? Haha. Meski begitu, saya sih jarang papasan sama anak-anak lantai atas.

Dengan harga $700 per bulan, saya dapat private bedroom dengan fasilitas tersebut, plus Internet dan utilities. Namun, di antara kekurangannya adalah rumah ini gak punya common room berupa ruang TV, dan perlengkapan masak yang disediakan juga terbatas. Ditambah lagi jumlah roommate yang terlalu banyak bisa bikin sebagian orang kurang nyaman.

Anyway, so far ini adalah opsi terbaik yang saya dapat.

Nah, bagaimana dengan kamu yang punya budget $700-$1,000? Otomatis kamu bisa dapat tempat tinggal yang lebih nyaman lagi dari yang sudah saya jelaskan di atas. Bahkan, di apartemen Downtown yang punya kamar den, mereka pasti punya medium-sized dan master bedroom yang dihargai sekitar $850-$1,000 atau lebih.

4. Lain-lain

Kalau ketiga poin di atas sudah aman, jangan lupa pastikan juga beberapa hal berikut:

a. Utilities dan laundry

Hal ini sudah sempat saya singgung sebelumnya. Ada landlord atau roommate yang mencantumkan harga sewa all in, ada juga yang belum memasukkan biaya utilities seperti listrik, Internet, dan air.

Biaya utilities ini pun ada yang sudah fixed setiap bulan, ada yang bervariasi tergantung pemakaian. Jadi, pastikan kamu baca dengan saksama ads yang dipasang, atau kalau belum jelas, tanya langsung dengan sang pemilik rumah.

Begitu juga dengan mesin cuci. Kalau di apartemen, cari tahu dulu apakah ada in-suite laundry alias washer dan dryer di dalam unit, atau hanya coin laundry di gedung apartemen. Sementara kalau di rumah, apakah kamu harus cari laundromat di luar atau semuanya sudah disediakan oleh sang landlord.

b. Perabotan kamar

Walaupun foto-foto yang dipajang menunjukkan rumah dan kamar yang fully-furnished, gak jarang ada landlord yang memasang harga sewa tanpa perabotan. Lagi-lagi, iqro adalah kunci. Jangan buru-buru buat kesepakatan kalau hal seperti ini belum jelas.

c. Peraturan rumah

Kalau kamu agak sensitif dengan persoalan siapa roommate-mu (apakah perempuan/laki-laki semua atau mixed), gak ada salahnya kok dibicarakan langsung dengan yang punya rumah.

Sama halnya dengan aturan memelihara binatang, merokok, dan mengundang tamu ke rumah. Ada orang yang strict dengan ketiga hal ini, baik landlord maupun roommate, ada juga yang fleksibel. Lagi-lagi, semuanya wajib di-cross check.

d. Survei tempat

Sebelum menyepakati dan membayar apapun, disarankan kamu survei dulu rumah atau apartemen yang lagi diincar. Kalau memang gak memungkinkan karena kamu belum tiba di Vancouver, kamu bisa minta tolong kenalan di sini (jika ada). Atau, seperti dalam case saya, sang landlord memberikan alamat lengkap rumah, yang tampak depannya bisa saya lihat jelas di Google Maps, serta sebuah video yang menunjukkan kamar yang akan saya tempati.

e. Kontrak

Kalau belum yakin dengan pilihan yang ada, akan lebih baik kalau kamu gak terikat dengan kontrak jangka panjang. Sejumlah landlord bersedia rumahnya disewa hanya satu bulan, tapi ada juga yang prefer long-term lease. Cari tahu kalau kontrak tersebut dibatalkan, apa konsekuensinya?

Sementara itu, ada juga rumah atau apartemen yang memang disewakan dalam waktu singkat karena hanya akan ditinggal sementara waktu oleh sang penghuni. Jenis sewa ini disebut sublet karena kamu menyewa bukan dari landlord-nya langsung, melainkan dari tenant. Istilah ini bakal sering kamu jumpai di postingan FB group.

f. Deposit

Idealnya, setiap landlord akan meminta uang security deposit yang dikembalikan saat kamu move out. Biayanya adalah setengah dari biaya rent kamu setiap bulan.

Saran saya, baca baik-baik semua informasi yang diiklankan dan jangan kirim message yang bunyinya cuma “Is it still available?” Alangkah baiknya kalau kamu mulai dengan memperkenalkan diri, beri tahu kapan rencana move in, lalu rangkum semua hal yang mau kamu tanyakan atau klarifikasi.

Cari tempat tinggal di Kanada, khususnya Vancouver, lumayan gampang-gampang susah. Nah, begitu udah dapat yang pas, terus gimana setelah pindah? Susah gak adaptasi dan bertahan hidupnya?

Kapan-kapan saya share lagi pengalaman merantau saya di kota ini, ya! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *