7 Tips Memilih Penginapan Airbnb untuk Liburan Keluarga

7 Tips Memilih Penginapan Airbnb untuk Liburan Keluarga

Salah satu bagian favorit saya saat merencanakan liburan adalah browsing Airbnb. Kebetulan hampir semua penginapan yang saya pesan lewat platform ini adalah untuk family trip. Karena itulah saya tergerak ingin membagikan tips memilih Airbnb untuk liburan keluarga berdasarkan pengalaman pribadi.

Foto-foto listing Airbnb yang menarik, ditambah desain halaman yang sleek plus pilihan warna dan font yang gemasss, bikin saya enjoy scrolling through this app untuk berburu penginapan yang paling pas.

Nah, memangnya seperti apa sih penginapan Airbnb yang pas buat liburan keluarga?

Well, tiap orang pastinya punya preferensi masing-masing dalam memilih akomodasi untuk berlibur. Namun, dari pengalaman saya menggunakan Airbnb sejak tahun 2016, ada beberapa poin penting yang saya rasa bisa jadi pertimbangan kamu ketika mencari apartemen, villa, atau rumah di Airbnb.

1. Tentukan budget

Dalam menentukan budget, ada tiga hal yang perlu kamu ketahui seputar harga penginapan Airbnb:

a. Airbnb menyediakan fitur “filter” yang memungkinkan kamu untuk melihat daftar penginapan sesuai budget. Nah, perlu diketahui bahwa harga yang muncul di halaman pencarian utama belum termasuk cleaning fee yang dikenakan oleh host tertentu, serta service fee Airbnb sebesar 0-20% dari subtotal pembayaran.

Jadi, seandainya budget kamu adalah Rp1.000.000 per malam, maka saat memfilter range harga penginapan, saya sarankan agar kamu memasukkan angka yang lebih rendah supaya gak kaget saat lihat total harganya nanti.

Simak simulasinya di bawah ini:

widisontheroad - Tips Memilih Penginapan Airbnb | website Airbnb
Fitur filter untuk memudahkan pencarian penginapan Airbnb

 

widisontheroad - Tips Memilih Penginapan Airbnb - apartemen Kuala Lumpur
Karena budget saya $100, saya turunkan dulu 20% sehingga price range-nye saya set di angka maksimum $80

 

widisontheroad - Tips Memilih Penginapan Airbnb - harga Airbnb
Setelah ditambah cleaning fee dan service fee, total harganya menjadi $100

b. Saya ingat pertama kali book apartemen via Airbnb tahun 2016, transaksi tersebut saya lakukan dengan mata uang rupiah. Namun, saat merencanakan liburan berikutnya, saya baru sadar kalau rupiah udah gak ada lagi di daftar currency yang dapat dipilih untuk melakukan pembayaran.

widisontheroad - Tips Memilih Penginapan Airbnb - daftar currency
Mata uang rupiah tidak tersedia

Kalau kamu masuk ke mobile app Airbnb, harga penginapan yang ditampilkan by default ada dalam mata uang USD. Meskipun kamu masih bisa lihat daftar harga dalam rupiah di situs airbnb.co.id, begitu masuk ke halaman salah satu listing, harga tersebut akan kembali dikonversi ke USD.

c. Jumlah tamu dapat mempengaruhi harga. Let’s say ada 5 anggota keluarga kamu yang akan menginap bersama, lalu tiba-tiba 2 orang yang lain memutuskan ikut. Seandainya penginapan yang kamu pilih bisa mengakomodasi sampai 8 orang, maka kamu boleh menambah jumlah tamu di halaman reservasi, dengan kemungkinan terdapat penyesuaian harga.

Begitu juga kalau jumlah yang menginap lebih sedikit dari jumlah maksimal yang diperbolehkan. Kamu mungkiiin akan membayar harga yang lebih murah. Akan tetapi, saya gak menyarankan kamu untuk memasukkan angka yang gak sesuai dengan jumlah tamu yang sebenarnya, ya. 😉

Satu lagi yang tak kalah penting, berhati-hatilah untuk tidak melakukan transaksi di luar platform Airbnb. Airbnb selalu mewanti-wanti para penggunanya di sini agar menghindari hal-hal yang berpotensi penipuan.

2. Ketahui jenis ruangan dan tempat tidur

Saat traveling sama temen-temen, kita mungkin bisa agak santai soal sleeping arrangement. Lain ceritanya kalau traveling dengan membawa orangtua dan anak-anak.

Selama ini yang saya tahu Airbnb punya tiga kategori penginapan: entire place, private room, dan shared room. Namun, saat menyiapkan artikel ini saya baru tahu kalau ada kategori baru, yaitu hotel room—yang kalau dari deskripsinya sih sepertinya Airbnb bermitra dengan sejumlah hotel, ya.

Entire place paling cocok untuk keluarga karena hanya kita yang menggunakan seluruh fasilitas di penginapan tersebut. Sementara untuk private room dan shared room, kamu akan tinggal bersama host Airbnb atau tamu lain.

widisontheroad - Tips Memilih Penginapan Airbnb - tipe penginapan
Pilihan tipe penginapan Airbnb

 

Jika kamu sudah memilih penginapan dengan kategori entire place, perhatikan juga tipe dan jumlah tempat tidurnya.

Gak sedikit apartemen yang bisa menampung a large group of people, tapi sebagian dari mereka harus tidur di matras kecil atau sofa bed, dan hanya tersedia satu kamar mandi. Nah, faktor kenyamanan ini bisa kamu antisipasi sejak awal dengan memanfaatkan fitur “filter” tadi.

Sebagai alternatif, kamu bisa cek profil sang host untuk lihat kamar atau unit apartemennya yang lain. Kalau keluargamu gak keberatan tinggal terpisah, kamu bisa book dua unit berbeda di gedung yang sama asalkan semua bisa beristirahat (dan menggunakan toilet) dengan nyaman.

Ini contoh Airbnb di Korea Selatan yang saya rekomendasikan di mana host-nya punya dua unit di lantai 11 dan lantai 13, masing-masing memuat hingga 3 orang. Kamarnya nyaman dan lokasinya tepat di atas stasiun Gongdeok.

 

widisontheroad - Tips Memilih Penginapan Airbnb - apartemen Seoul, Korea Selatan
Rekomendasi Airbnb di Korea Selatan

3. Cari tahu kelengkapan alat dapur

Buat keluarga yang gak mau terlalu pusing cari makanan halal di luar negeri atau sekadar ingin berhemat, peralatan dapur lengkap di apartemen tentunya akan jadi poin plus.

Saya sendiri sangat menghargai host Airbnb yang memperhatikan setiap detail kebutuhan memasak di dapur, di mana mereka gak cuma menyediakan microwave, toaster, dan coffee maker, tapi juga kompor, penggorengan, rice cooker, serta berbagai macam utensil.

Saya dan keluarga pernah traveling dengan membawa beras, abon, ikan roa, rendang, dan tentunya SAUS SAMBAL *HEHE. Nah, di kota atau negara tujuan kami tinggal beli telur, sayuran kemasan, atau bahan makanan lain yang mudah dimasak di apartemen.

(Sayangnya di negara tertentu yang proses imigrasinya ekstra ketat seperti Australia, kita gak bisa seleluasa ini bawa makanan dari negara asal. Hiks.)

Agenda makan dan jajan di luar sih tentunya tetap ada, tapi gak setiap saat. Ah, jadi ingat, kapan-kapan saya harus bikin artikel rekomendasi tempat makan saat traveling! 😀

4. Pastikan ketersediaan lift/elevator

Dalam memilih penginapan Airbnb, saya selalu kritis soal ada atau tidaknya lift. Walaupun sudah tertera di daftar amenities, saya tetap double-check dengan baca review atau tanya langsung ke host-nya. Jangan sampai lift ada, tapi gak berfungsi.

Bahkan, sekalipun unitnya ada di lantai 1, saya akan pastikan lagi, apakah yang dimaksud lantai dasar atau saya masih harus naik tangga satu kali untuk menuju kamar tersebut.

Menurut saya, ini hal yang krusial ketika bepergian dengan orangtua atau anak, terlebih dengan koper atau barang bawaan yang banyak dan berukuran besar. Belum juga foto-foto cantik di tempat wisata, masa badan udah encok gara-gara nyeret koper tiga lantai?

5. Cari tahu lokasi penginapan

Cari apartemen Airbnb dengan akses transportasi yang mudah itu hukumnya WAJIB buat saya. Terutama ketika traveling dengan keluarga.

Rasanya saya sudah terlanjur nyaman dengan penginapan seperti V Hotel Lavender di Singapore yang tepat berada di atas stasiun MRT Lavender, dengan banyak deretan hawker atau tempat makan halal, dan di depannya terdapat halte bus yang langsung menuju kawasan Bugis. Alhasil, saya selalu usahakan untuk cari penginapan serupa.

Nah, para host Airbnb sering kali menjadikan lokasi yang ‘dekat’ stasiun kereta atau subway sebagai nilai jual listing mereka. Namun, saya biasanya cenderung skeptis dan gak mudah percaya dengan klaim tersebut.

“Walking distance to the station” – betuuul, tapi sejauh apa?

“5-minute walk to the station” – hmm, pakai langkah kakinya siapa dulu niiih?

Supaya gak terjebak, saya pasti cari tahu sedetail mungkin; berapa ratus meter jarak dari apartemen ke stasiun, sejauh apa perjalanan dari bandara ke kawasan tersebut, apakah ada banyak minimarket atau restoran di dekat apartemen, lalu bagaimana dengan jarak ke tempat-tempat wisata?

Sekali lagi, kuncinya adalah selalu baca review dan jangan segan untuk kontak host via fitur message.

6. Cari tempat penitipan koper

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, jenis penginapan Airbnb itu beragam. Begitu juga dengan host-nya. Bisa jadi kamu tidak akan bertemu dengan sang pemilik dan harus melakukan self check-in. Yang pasti, mereka bukanlah resepsionis seperti hotel yang siap melayani 24 jam di lobby.

Mereka juga gak bisa menjamin kalau kamar kamu sudah siap sebelum jam check in sehingga kamu bisa langsung masuk untuk meninggalkan barang bawaan. Untuk itu, kalau kamu tiba di kota atau negara tujuan pada pagi hari, sebaiknya jangan berekspektasi bisa menitipkan koper di apartemen.

Kecualiii host Airbnb-nya tinggal gak jauh dari penginapan kamudan bersedia menerima penitipan koper, atau memiliki office di dekat penginapan yang mereka kelola, seperti Airbnb di Tokyo yang pernah saya tempati ini.

widisontheroad - Tips Memilih Penginapan Airbnb - apartemen Tokyo, Jepang
Penginapan Airbnb di Jepang dekat stasiun Shin-Nakano Tokyo

Jika tidak, maka sebelum book Airbnb pastikan lokasi penginapan kamu gak jauh dari tempat penitipan koper, baik yang berupa loker 24 jam maupun pusat layanan seperti Smarte Carte yang tersebar di 11 negara di dunia. Baggage storage seperti ini biasanya dapat ditemukan di bandara, stasiun kereta, atau tempat-tempat umum lainnya.

7. Cek profil host

Apartemen yang dikelola oleh pemilik yang sudah lama menjadi host Airbnb, memiliki badge Superhost, serta mempunyai banyak listing dengan review yang bagus, tentu lebih terpercaya di mata pengguna. Nah, reputasi para host ini bisa kamu ketahui dengan mengecek profil mereka masing-masing.

Lagi-lagi, ulasan atau testimoni dari tamu yang pernah menginap sebelumnya juga dapat menjadi acuan untuk menentukan ekspektasi kamu terhadap pelayanan yang akan kamu terima.

Airbnb punya fitur automatic review, di mana host yang membatalkan reservasi sebelum tanggal menginap akan menerima review dari calon tamu yang muncul secara otomatis di halaman listing-nya. Kalau kamu menemukan banyak automatic review seperti ini, kamu bisa pikir dua kali untuk memesan penginapan tersebut.

Kamu mungkin tergiur untuk pilih Airbnb yang cantik nan Instagrammable—percayalah, sesungguhnya Airbnb tipe modern duplex yang bertebaran di Seoul itu menggemaskan semua—atau sebaliknya, mencari penginapan yang se-apa-adanya-banget asalkan cost bisa dibuat seminim mungkin.

Namun, bagi saya yang jauh lebih penting adalah convenience dan accessibility.

Budget terbatas bukan masalah, tapi jangan sampai liburan kamu bareng keluarga malah jadi gak nyaman, ya.

Kalau mau hemat, kamu bisa sign up dan book Airbnb pertama kamu lewat link ini. Mayaaan, dapat travel credit senilai $32.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *